MEMBAYANG
Saban habis menjalani Ujian Nasional atau UN, selalu perasaan degdegan, lulus atau tidak, membayang di setiap benak para siswa. Kali ini pengumuman hasil UN dilakukan pada 26 Mei. Masing-masing orang yang pernah menjalani UN punya pengalaman tersendiri soal itu.
Indarti Sri Asi (22), gadis yang akrab disapa Chan, kelahiran Kuala Kapuas, Kalteng, pada 3 Juni 1990 misalnya, mengalami rasa deg-degan itu pada tahun 2008. Ia baru bisa lega ketika mengetahui dirinya lulus. “Hanya beberapa hari menikmati rasa lega setelah UN, pengumuman kelulusan sudah membayang. Untungnya lulus,” ujar Chan yang kini bekerja di Laboratorium Klinik RS Sari Mulia dan pernah menjadi Duta Narkoba di Kapuas itu.
Sedangkan Yeni Aprilliani (18), gadis kelahiran Banjarmasin, 24 April 1994, yang akrab disapa Yeni, mengalami ketegangan ketika menghadapi pengumuman hasil UN tahun lalu.Seperti Chan, Yeni juga lulus. Kini ia melanjutkan kuliah di Poliban Banjarmasin. “Walau waktu itu pengumuman UN belum keluar, aku langsung mendaftar untuk melanjutkan kuliah,” tutur Yeni, gadis berkulit kuning langsat yang bercita-cita jadi programmer itu.
Berbeda dengan Yeni, Devia Febrina (20), gadis kelahiran Banjarmasin, 7 Februari 1992 yang
akrab disapa Devi, justru tak terlalu tegang. Ia mempersiapkan diri ikut aksi corat-coret baju dan
konvoi kendaraan bermotor usai pengumuman kelulusan. “Jauh-jauh hari, cat dan spidol sudah
dipersiapkan untuk bergembira jika lulus,” kata Devi, gadis yang bercita-cita jadi penyanyi itu.
(BACCO)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar