CARI DUIT
Babak ujian nasional (UN) sudah berakhir.
Semua jenjang pendidikan kini tak lagi sesibuk
ketika UN berlangsung. Namun ketika tahun
ajaran baru tiba, para siswa baru dipastikan
akan memiliki kesibukan lain yang relatif
menyulitkan mereka, terutama perubahan kurikulum.
Inilah yang menurut Mina Melati (23), lebih akrab disapa
Mina yang lahir di Amuntai, 4 Januari 1989, menjadi
salah satu prioritas siswa baru untuk menyesuaikan diri,
baik dengan lingkungan maupun kurikulum pelajaran.
“Perubahan kurikulum sangat dirasakan, Dulu sempat
kenal dua kurikulum, KBK dan KTSP,” kata Mina yang
bercita-cita jadi orang sukses dan hobi cari duit itu.
Perubahan kurikulum juga dirasakan Raries Wijayanti
(23), gadis yang akrab disapa Chacha kelahiran Sampit, 4
Agustus 1989. Ia prihatin karena perubahan kurikulum
biasanya akan berdampak pada tak dipakainya lagi beberapa
sarana pelajaran seperti buku misalnya di tahun ajaran
baru. “ Saat peralihan kurikulum siswa tidak memakai
buku-buku yang sebelumnya digunakan sebab buku
pembelajaran turut diganti,” ujar Chaca, putri tunggal
buah hati Budansyah-Ella R yang bekerja di Puskesmas
Pemurus Dalam itu.
Sedangkan Mariatul Kiptiyah (17), siswa SMK 1 Banjarmasin
yang akrab disapa Atul, mengaku pasrah saja dengan
seringnya kurikulum berubah. “Saya hanya mencoba
menjadi siswa yang mengikuti perkembangan pendidikan.
Lagian yang melakukan perubahan kan bukan orang-orang
berpendidikan rendah,” kata Atul yang mengenakan bra
berukuran 36 itu.
(BACCO)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar