Senin, 30 Januari 2012
BINGKAI edisi 74 "PALSU"
PALSU
Di zaman serba terbuka seperti sekarang, ternyata tak semuanya
nampak benderang dan jelas. Setuju atau tidak, kepalsuan kini menjadi
keseharian. Di berbagai tataran kehidupan, kepalsuan sulit dihindari.
Untuk menghadapinya, kewaspadaan tentu jadi salah satu pilihan.
Sikap waspada inilah yang kini dijalankan Siti Aisya (20). Gadis kelahiran
Banjarmasin, 11 Juni 1991 ini, sangat waspada dan berhati-hati ketika
berselancar di situs jejaring sosial. “Kadang informasi orang yang
mengajak berteman tidak jelas. Malahan ada yang palsu. Sudah
menikah, bilangnya lajang. Sudah berumur, bilangnya masih muda.
Itu kan menipu dan palsu namanya,” ujar Aisya.
Tapi, ujar Aisya yang tinggal di Alalak Berangas, Batola, ia cuek dengan
identitas palsu itu. “Kita jangan langsung percaya terhadap pertemanan
di dunia maya. Selidiki saja dulu, baru berteman,” ujarnya.
Sikap yang sama juga dilakukan Dessy Ariani (17) atau biasa disapa
Echi. “Kalau ada yang meminta pertemanan di FB misalnya, saya
perhatikan dulu statusnya. Jika tidak jelas, ya langsung hapus,” ujar
Echi, gadis kelahiran Banjarmasin, 3 Desember 1994 yang bercita-cita
menjadi pramugari dan senang makan bakso ini.
Berbeda dengan Aisya dan Echi, Lina Amalia (17), gadis kelahiran Banjarbaru,
23 Oktober 1994 yang akrab disapa Lien, tidak mempermasalahkan
identitas palsu yang banyak ditemukan di situs jejaring sosial. “Status
profil yang tidak betul bukanlah masalah bagi saya, selama saya tidak
ingin percaya dengan orang itu,” ujar Lien yang pernah menjadi Juara
Harapan II Busana Muslim 2003 se-Banjarmasin, Juara I Dancer Sophie
Talent 2011, dan Juara I Lomba Mengaji Cilik pada tahun 2003 ini.
U (BACCO)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar