Rabu, 18 Januari 2012

BINGKAI edisi 73 "TAK PERCAYA"


TAK PERCAYA

Tahun ini, ramalan kuno suku Indian Maya soal
kiamat akan diuji kebenarannya. Pro kontra pun
muncul menjelang akhir 2012 yang diyakini
mereka akan jadi waktu berakhirnya kehidupan
di muka bumi ini. Tapi, namanya juga ramalan, bisa
benar bisa tidak dan boleh percaya boleh tidak.
Rifia Heny Sukaisih (24), biasa disapa Heny misalnya,
sangat tidak percaya dengan ramalan hari kiamat
itu. “Ah, itu cuman isu. Sebagai manusia beragama
harusnya percaya sama ketentuanTuhan, termasuk
kapan datangnya hari kiamat,” ujar gadis berkulit kuning
langsat yang ingin jadi wanita karir ini.
Heny yang lahir di Banjarmasin, 5 April 1988, buah
hati Basuki Rahmat dan Rif’ah ini, hanya tersenyum
ketika tahu ada orang yang percaya dengan ramalan
kiamat. “Kok isu dipercaya. Apalagi itu hanya ramalan
manusia,” ujar gadis berbadan mungil ini.
TAK PERCAYA
Tak percaya juga hadir dalam diri Norlinda Ariani
(22), gadis kelahiran Banjarmasin, 15 Agustus 1990
yang biasa disapa Linda, ketika diajak berbincang soal
ramalan hari kiamat. Menurut Linda yang tinggal di
Komplek Persada Asri Estate, Handil Bakti, Batola, dan
pernah menjadi Juara II Putri Sasirangan Kalsel ini,
ramalam kiamat hanya candaan dan untuk menakutnakuti
orang. “Saya tidak sependapat dengan ramalan
itu. Kiamat tidak bisa ditentukan oleh siapa pun. Jadi
tidak usah ditanggapiserius,” ujar Linda yang kuliah
di Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi
dan bertinggi badan 166 Cm itu.
Sedangkan Zhatiel (23), akrab disapa lebih singkat dengan
Zha, kelahiran Banjarmasin, 4 April 1989, menduga
ada misi lain di balik ramalan kiamat itu. “Bagaimana
mau percaya? Suku Maya-nya saja misterius begitu.
Menyikapi ramalan itu, harusnya kita lebih mendekatkan
diri pada Tuhan. Karena apa saja yang Tuhan kehendaki
pasti terjadi, tidak perlu diramal manusia,” ujar Zha
yang memiliki bra berukuran 36 itu.
U (BACCO)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar