Selasa, 01 Mei 2012
BINGKAI edisi 80 "Sanggup"
Sanggup
Banyaknya perempuan yang berperan
di berbagai sisi kehidupan seperti saat
ini tentu tak lepas dari jasa RA Kartini.
Pahlawan Nasional yang hari kelahirannya
diperingati sebagai Hari Kartini itu, telah
menjadi inspirasi bagi banyak perempuan di
Indonesia. Inspirasi itu melintasi batas, ruang,
dan waktu, sehingga jasa Kartini tak hanya
diingat saban bulan April seperti yang senantiasa
terjadi. Kekaguman terhadap sosok Kartini
pun akhirnya terus berlangsung hingga kini.
Salah satu perempuan yang kagum pada
sosok Kartini itu adalah Rifmah Meirika
(19). Gadis kelahiran Banjarmasin, 15
Mei 1993, yang akrab disaba Meirika ini
menilai, walau Kartini berasal dari kalangan
bangsawan Jawa, pada masanya ia telah
memikirkan dan berjuang bagi semua
kalangan, termasuk perempuan biasa yang
kehidupan dan pendidikannya berlangsung
dalam muram. “Langkah beliau di bidang
pendidikan sangat jelas dan berguna bagi banyak orang,
bahkan hingga kini,” ujar Meirika, buah hati Rifat-Rabiatul
Kusmah yang bercita-cita jadi model profesional itu.
Sedangkan Lia Rosida (22), biasa disapa Lia Edenz yang
lahir di Kuala Kapuas, Kalteng, pada 19 November
1990, mengaku bersyukur pada perubahan nasib kaum
perempuan yang inspirasinya berasal dari RA Kartini.
“Sebagai perempuan, kita sepatutnya bersyukur, sebab
aktivitas, pekerjaan dan hak perempuan tidak terbatas
sebagaimana pada masa Kartini,” ujar Lia Endez yang
senang makan nasi goreng dan sate ini.
Berbeda dengan Meirika dan Lia, Karmila (21), gadis
kelahiran Banjarmasin, 26 September 1991 yang biasa
disapa Mila, justru tertarik pada usia Kartini yang
relaif muda (25 tahun) ketika berpulang. “Meskipun
usianya begitu muda, tapi dia sanggup melakukan
perubahan yang dapat dirasakan hingga hari ini,” tutur
Mila, putri pasangan Anang Samlan dan Siti Aisyah
yang bercita-cita jadi wanita karir itu.
(BACCO)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar