Kamis, 05 April 2012
BINGKAI edisi 76 "Melakukannya Siang Hari"
Melakukannya Siang Hari
Sejak lama, orang mengenal Banjarmasin, ibukota Provinsi Kalsel, sebagai kota penuh problema. Di kota yang dibelah Sungai Martapura ini, persoalan yang sama sering berulang. Parahnya, hampir tak ada langkah berarti untuk mengatasinya. Salah satu yang jadi momok bagi kehidupan di Banjarmasin adalah belum maksimalnya pemerintah mengatasi persoalan sampah.
mengeluarkan Perda Nomor 10/2009 tentang sampah dan mewajibkan warga hanya membuang sampah pada sore hingga malam hari dilengkapi denda cukup besar.
Tapi perda itu sepertinya masih kurang
maksimal. Ingin melihat bagaimana sampah
menjadi Raja? Cobalah berkeliling sepanjang
kota, maka tumpukan sampah akan ada
di mana- mana. Sebagian terangkut,
sebagian tidak. Persoalan inilah yang dinilai Endah Pritaningsih (17) sebagai bentuk masih jauhnya kesadaran warga dan pemerintah terhadap pengelolaan sampah yang baik. Padahal, ujarnya, sampah tak hanya membuat keindahan Banjarmasin terganggu, tapi juga akan berdampak buruk pada kesehatan warga. Aroma sampahnya pasti sangat mengganggu, ujar Endah yang lahir di Banjarmasin pada 23 Oktober 1995 dan tinggal di Jalan Sungai Jingah ini. Menurut Maya Sari (20), kelahiran Banjarmasin 1 Mei 1992 yang akrab disapa Maia, pemerintah lah yang punya peran besar dan paling bertanggungjawab terhadap pengelolaan sampah. Tapi, ujarnya, masyarakat juga harusnya kian sadar untuk tak membuat Banjarmasin kotor. I n i akibat kelalaian petugas mengangkut sampah. Mungkin jumlah mereka sedikit, tapi harus efektif. Pemerintah harusnya menambah armada pengangkut sampah dan petugasnya, tutur gadis berkulit putih yang senang menyanyi ini.
Namun, menurut Novi Andra Sary (21), gadis
kelahiran Banjarmasin 28 April 1990 yang akrab disapa
Novi, yang paling bertanggungjawab adalah masyarakat
sendiri. Warga cenderung malas buang sampah pada
malam hari. Mereka lebih sering melakukannya siang
hari, kata Novi, mahasiswa salah satu fakultas di Unlam
itu.
(BACCO)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar